Sabtu, 03 Mei 2014

Backup and Recovery Database

Nama              : L.Efendi
NIM                : 11.41010.0211
Tugas              : Pertemuan 10 [ MK Database Administration ]

            Data dan database merupakan komponen terpenting dalam suatu sistem informasi manajemen, disamping tentu saja aplikasi untuk sistem informasi harus tersedia, keduanya saling tergantung. Suatu aplikasi sistem informasi manajemen tidak ada gunanya jika tidak mempunyai data yang lengkap, demikian juga sebaliknya jika punya data tetapi tidak mempunyai aplikasi yang digunakan untuk mengelolanya sehingga tidak dapat dihasilkan suatu laporan, statistik atau pun informasi.

Backup Data
            Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan penyalinan sistem, data dan aplikasi. Backup data harus dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan sistem dari luar ataupun dari dalam sistem, yang disengaja atau pun tidak disengaja.
            Proses backup data dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, jika dimisalkan pada sebuah perusahaan memiliki 1 database yang melayani 100 transaksi perhari bisa kita bayangkan berapa banyak data yang terkumpul dalam 1 bulan, dan jika terjadi kerusakan system maka data yang begitu banyak akan hilang atau akan menjadi pekerjaan input data baru yang membuang buang waktu, dengan adanya proses backup data kejadian tersebut bisa dihindari, misalnya secara rutin administrator database melakukan penyimpanan data setiap minggu sehingga jika pada minggu ketiga hari kedua terjadi crash system atau kerusakan system yang terjadi akibat gangguan system atau factor gangguan cuaca seperti gempa, banjir dan tanah longsor yang merusak data secara fisik. Maka data yang hilang hanya 2 hari, sehingga total data yang hilang adalah 200 transaksi, dari ilustrasi diatas kita bisa mengetahui betapa pentingnya proses backup data untuk daur hidup suatu system database.

Restore Data
Restore adalah proses mengembalikan backup ke dalam sistem. Restore dilakukan untuk mengembalikan keadaan sistem kembali pada keadaan semula, keadaan terakhir pada saat operasional, sebelum terjadi kerusakan sistem. Pada proses ini akan dilakukan pengembalian data baik struktur maupun isi dari database, secara teori proses ini adalah proses minimum pengembalian system tergantung dari waktu scheduling yang menjadi dasar proses backup, jika waktu scheduling dijadwalkan terlalu lama maka akan banyak data nya hilang.

Skenario kegagalan dan Resiko Backup
            Kegagalan sebuah sistem bisa disebabkan oleh banyak sekali faktor, salah satu faktor bencana alam yang tidak pernah diduga dan diperkirakan sehingga skenario kegagalan sistem harus diperhitungkan dengan pembangunan sistem backup harian dengan media backup yang disimpan ditempat berbeda.Dengan menggunakan basis data web ini semuanya bisa dilakukan dengan mudah.

Metoda backup dan recovery
            Proses backup data sangatlah penting bagi keamanan data agar bisa terjaga dengan baik terutama saat terjadi crash pada sistem basis data yang disebabkan oleh kerusahakan fisik hardware ataupun karena faktor alam.

         Banyak sekali cara untuk melakukan backup data, berikut ini metoda yang bisa dlakukan saat akan melakukan backup data :
a) Backup Logika vs backup Physic
b) Backup online vs backup offline
c) Backup local vs backup remote
d) backup penuh vs backput bertambah sebagian
e) Point in time recovery
f) Backup scheduling, compression dan encryption
g) Table Maintenance

Backup and Recovery
Issue dari Backup dan Recovery bagi administrator database yaitu:
  • mengantisipasi terjadinya suatu failure pada database
  • meningkatkan mean time between failure
  • mengurangi mean time to recover dan
  • mengurangi terjadinya loss data

            Backup berarti suatu kegiatan untuk menyimpan database dalam bentuk datafile, control file dan archieve log ke dalam media penyimpanan lain seperti disk atau tape. Sedangkan Recovery merupakan suatu proses untuk mengupdate database dengan file Backup yang telah disimpan terakhir kalinya. Ada dua cara untuk melakukan Backup dan Recovery, yaitu :

1. Physical Backup
Contohnya : RMAN Backup dan Restore

2. Logical Backup
Contohnya : Export dan Import, Flashback

Dalam melakukan backup dan Recovery pada oracle 10g, disediakan tampilan web (Enterprise Manager) sehingga memudahkan admin database untuk melakukan administrasi. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan apabila akan melakukan backup dan Recovery pada Enterprise Manager :
1.     Konfigurasi setting backup dan kebijakan ( policy )
2.     Menentukan DBID dan DB_UNIQUE_NAME
3.     Melakukan backup seluruh database
4.     Melakukan backup database dengan Strategi Oracle-suggested
5.     Melakukan restoring dan recovery database dengan menggunakan strategi oracle-suggested
6.     Flashback table
7.     Flashback Drop
8.     Mengatur backup

Konfigurasi Setting Backup dan Kebijakan ( policy )
            Kita dapat mengkonfigurasi sejumlah setting dan kebijakan ( policy ) tentang bagaimana cara untuk melakukan backup, data yang akan di backup, bagaimana cara penyimpanan file yang di backup, bagaimana untuk melakukan restore, dan berapa lama backup akan disimpan di Recovery area. Kita juga bisa mengkonfigurasi feature untuk memperbaiki Perform ansi dari backup.
1.  Klik Maintenance di halaman home Oracle Database
2.  Pilih Backup Setting di bagian Backup/Recovery Settings.
3. Arahkan ke host credential di halaman Backup Setting. Kemudian masukkan username dan password system operasi kita. Kemudian arahkan ke bagian disk setting.
4.  Terima nilai 1 di kolom parallelism di bagian disk setting pada halaman device. Kolom lokasi disk Backup diset kosong jadi untuk backup akan digunakan flash Recovery area. Pilih backup set untuk tipe disk backup. Kemudian klik test disk Backup.
5.  Akan ada tampilan pesan bahwa test disk setting untuk backup telah sukses.
6. Sekarang kita akan mengkonfigurasi settingan kebijakan untuk backup. Klik policy untuk mengakses halaman policy.
7. Pilih Automatically Backup untuk control file dan server parameter file (spfile) dengan pengubahan struktur database dan backup database.
8.  Pilih optimize seluruh database dengan melewatkan file yang sudah di backup.
9.  Pilih enable block change tracking for faster incremental backup.
10. Masukkan nama untuk block change tracking file. Kemudian arahkan ke bagian retention policy.
11. Pilih Retain Backup that are necessary for a Recovery to any time within the asecified number of days (point-in-time Recovery) dan terima jumlah harinya yaitu 31 hari.
12. Klik ok. kemudian kita akan kembali ke halaman Maintenance.

Sumber :
  1. http://dianayun30207013.blogspot.com/2011/01/backup-and-recovery.html
  2. http://atiknoviana.blogspot.com/2010/01/backup-dan-recovery.html


Database Security

Nama              : L.Efendi
NIM                : 11.41010.0211
Tugas              : Pertemuan 9 [ MK Database Administration ]

Pengertian Keamanan Database (Database Security)
            Keamanan database menyangkut penggunaan berbagai kontrol keamanan informasi untuk melindungi database (berpotensi termasuk data, aplikasi database atau fungsi disimpan, sistem database, server database dan jaringan link terkait) terhadap kompromi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan. Ini melibatkan berbagai jenis atau kategori kontrol, seperti teknis, prosedural / administrasi dan fisik.

Tujuan Keamanan Database (Database Security)
Menurut Database Processing, tujuan dari keamanan database yaitu :
1.  Untuk memastikan bahwa hanya user yang berwenang yang dapa melaksanakan aktivitas yang terotorisasi pada waktu diotorisasi
2. Untuk menentukkan hak dan kewajiban pemrosesan dari semua user dalam penggunakaan database.

Resiko Keamanan Database (Database Security)
            Keamanan database adalah topik spesialis dalam alam yang lebih luas dari keamanan komputer, keamanan informasi dan manajemen risiko. Risiko keamanan untuk sistem database mencakup, misalnya:
1. Aktivitas yang tidak sah atau tidak disengaja atau penyalahgunaan oleh para pengguna database administrator database, atau sistem jaringan manajer / atau oleh pengguna yang tidak sah atau hacker (misalnya akses tidak sesuai dengan data sensitif, metadata atau fungsi dalam database, atau perubahan tidak sesuai dengan program database, struktur atau konfigurasi keamanan);
2. Infeksi malware menyebabkan insiden seperti akses yang tidak sah, kebocoran atau pengungkapan data pribadi atau hak milik, penghapusan atau kerusakan data atau program, gangguan atau penolakan akses berwenang untuk database, serangan terhadap sistem lain dan kegagalan tak terduga dari layanan database;
3. Overloads, kendala kinerja dan masalah kapasitas mengakibatkan ketidakmampuan pengguna yang berwenang untuk menggunakan database sebagaimana dimaksud;
4. Kerusakan fisik ke server database yang disebabkan oleh kebakaran ruang komputer atau banjir, terlalu panas, petir, tumpahan cairan disengaja, listrik statis, kerusakan elektronik / kegagalan peralatan dan usang;
5. Cacat desain dan pemrograman bug di database dan program yang terkait dan sistem, menciptakan berbagai kerentanan keamanan (misalnya tidak sah eskalasi hak istimewa), kehilangan data / korupsi, degradasi kinerja dll;
6. Data korupsi atau kerugian yang disebabkan oleh masuknya data yang tidak valid atau perintah, kesalahan dalam proses administrasi database atau sistem, sabotase / kerusakan kriminal dll

Pencegahan Keamanan Database (Database Security)
            Menurut buku Sistem Keamanan Komputer oleh deris setiawan, Keamanan database merupakan satu dari sebanyak metodologi yang sering diabaikan dan tidak dikembangkan.untuk lengkapi dan memperketat kebijaksanaan atas keamanan database, ada beberapa cara pencegahan dalam mengatasi tiap kelemahan.
1. Selalu meng-update patch, baik untuk microsoft atau oracle. Patch dan beberapa perbaikan baru biasanya diedarkan secara reguar. Pastikan patch tersebut dengan normal dan cobalah dulu dimesin lain yang identik.
2. Terapkan aturan - aturan firewall yang ketat, pastikan untuk selalu memeriksa konfigurasi firewall dari waktu ke waktu dan selalu memplok port – port akses database seperti TCP dan UDP 1434 (my sql) dan TCP 1521 – 1530 (oracle).
3. Sanitasi input yang diterima dari user. Data- data yag diterima harus diperiksa tipenya (integer, string dan seterusnya) dan buanglah karakter meta-karakter .
4. Membuang prosedur penyimpanan. Pasikan anda telah membuang store procedure (termasuk extended store procedure) dari database.
5. Penggunaan stored procedure. Bila memungkinkan, gunakan kode sql yang sudah dipakai dalam sebuah stored procedures t  erhadap validitas input.
6.    Enskipsi session. Jika server database terpisah dari web server, pastikan untuk mengenkripsi session dengan beberapa cara, misalnya menggunakan ipsec buil-in pada Windows 2000.
7.    Minimalisasi hak superuser. Pastikan untuk menerapkan sesedikit mungkin hak-hak akses SU pada akses Database.

 Pemulihan Keamanan Database (Database Security)
            Keamanan database memiliki beberapa tujuan, namun keamanan database yang memiliki banyak ancaman atau resiko yang harus dihadapi, tidak jarang menimbukkan kerusakan-kerusakan. Dalam pemulihan keamanan terdapat 2 pendekatan yang bisa dilakukan :

1. Pemulihan melalui perosesan ulang
            Karena perosesan tidak dapat dilanjutkan pada titik yang tepat, maka alternative yang paling baik adalah kembai ke suatu titik yang diketahui dan memrosees ulang bahan kerja disana. Bentuk yang paling sederhana dari jenis pemulihan ini adalah membuat salinan database secara priodik (yang disebut sebagai database save) dan menyimpan record atau catatn secara transaksi yang telah diproses sejak save itu. Selanjutnya, ketika terjadi kegagalan, staf operasi dapat memulihkan database yang diambil dari database yang di-savve dan kemudian memroses ulang semua transaksi.
Kelemahan dari pendekatan ini :
-  Pemrosesan ulang transaksi menghabiskan waktu yang lama.
-  Jika transaksi diproses secara serentak, maka peristiwa yang timbul akan menjadi tidak singkron.

2. Pemulihan melalui rollback / rollforward
Pendekatan kedua adalah secara periodic membuat salinan database (database save) dan menyimpan suatu log perubahan yang dibuat oleh transaksi terhadap database sejak penyimpanan. 

      a. Rollback, membatalkan (undo) perubahan yang dibuat akibat adanya kealahan atau memproses sebagian transaksi dengan cara membatalkan perubahan-perubahan yang telah dibuat pada database. Kemudian, transaksi-transaksi yang sah yang sedang dalam proses pada saat yang terjadi kegagalan akan diproses ulang.

     b. Rollforward, database dipulihkan dengan menggunakan data yang disimpan dan semua transaksi yang sah sejak penyimpanan tersebut diproses ulang.

Lapisan Keamanan Database (Database Security)
Banyak lapisan dan jenis kontrol keamanan informasi sesuai untuk database, termasuk:
1.      pengendalian akses (Access control)
2.      audit (Auditing)
3.      otentikasi (Authentication)
4.      enkripsi (Encryption)
5.      kontrol integritas  (Integrity controls)
6.      backup (Backups)
7.      aplikasi keamanan  (Application security )

Security Database 
Authorization 
Pemberian hak akses yang mengizinkan sebuah subyek mempunyai akses secara legal terhadap sebuah sistem atau obyek. 
Subyek : user atau program 
Obyek : database table, view, application, procedure, atau obyek lainnya yang dibuat di dalam sebuah sistem 

Jenis-jenis hak akses (privileges) 
  • Penggunaan nama database yang spesifik 
  • Select (retrieve) data 
  • Membuat tabel (obyek lainnya) 
  • Update data, delete data, insert data (bisa untuk kolom-kolom tertentu) 
  • Menghasilkan output yang tidak terbatas dari operasi query (user tidak dibatasi untuk mengakses record tertentu) 
  • Menjalankan prosedur khusus dan utilitas program 
  • Membuat database 
  • Membuat (dan memodifikasi) DBMS user identifiers dan authorized identifiers jenis lainnya 
  • Anggota dari sebuah kelompok atau kelompok-kelompok user 

Views (Subschemas) 
            Hasil yang dinamik dari satu atau lebih operasi relasi yang beroperasi pada relasi dasar untuk menghasilkan relasi lainnya. View merupakan virtual relation yang tidak secara nyata ada di dalam sebuah database, tetapi dihasilkan atas permintaan user secara khusus.

Backing Up 
            Proses yang secara periodik menyalin database dan menjurnal (dan memprogram) ke dalam media penyimpanan offline 

Journaling 
            Proses penyimpanan dan pemeliharaan sebuah jurnal atau log seluruh perubahan terhadap database agar dapat merecover secara efektif jika terjadi kegagalan. 

Checkpointing 
            Titik temu sinkronisasi antara database dan transaksi log file. Seluruh data yang disimpan di tempat sementara akan disimpan di media penyimpanan kedua. 

Integrity 
Pengontrolan integritas juga membantu memelihara sistem database yang aman dengan mencegah data dari invalid.

Encryption 
Penyandian (encoding) data dengan menggunakan algoritma khusus yang merubah data menjadi tidak dapat dibaca oleh program apapun tanpa mendeskripsikannya.

Sumber :
  1. http://windidwifirlyani.blogspot.com/2013/06/database-security.html
  2. http://artipengetahuan.blogspot.com/2013/02/security-database.html


Rabu, 02 April 2014

Application Performance

Nama             : L.Efendi
NIM                : 11.41010.0211
Tugas              : Pertemuan 7 [ MK Database Administration ]

Application Performance
            Pengertian application performance  adalah optimalisasi penggunaan sumber daya untuk meminimalkan pertentangan, memungkinkan beban kerja kemungkinan terbesar untuk diproses.

Perbandingan Antara Dua Database :

A. My SQL
            Merupakan sebuah system manajemen database. Database adalah sekumpulan data yang terstruktur. Untuk menambah, mengakses dan memproses data  yang  tersimpan pada database komputer, kita membutuhkan manajemen database seperti MySQL. 
       MySQL merupakan database yang sangat cepat, dapat diandalkan dan mudah untuk digunakan. Jika hal itu yang anda cari maka anda harus mencobanya. Selain itu, source programnya pun dapat anda dapatkan secara gratis dan syntax-syntaxnya mudah untuk dipahami dan tidak rumit serta pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Kelebihan My SQL:
1. Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti LINUX, Windows, MacOS dl.
2. Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.
3. Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR, VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET dan tipe ENUM.
4. Mendukung penuh terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY. Mendukung terhadap fungsi penuh ( COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG ( ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN ( ) ).
5. Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak ODBC.
6. Mendukung ODBC for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi ODBC 2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access untuk connect ke MySQL server.
7. Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.
8. Kita dapat menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam query yang sama.
9. Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang sangat jauh berbeda.
10. Privilege (hak) dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan ‘Host-Based’ Verifikasi.

Kekurangan My SQL :
Ø  Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb, delphi, dan foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field yang dibaca harus sesuai dengan koneksi dari program visual tersebut, dan ini yang menyebabkan mysql jarang dipakai dalam program visual.
Ø  Data yang ditangani belum begitu besar.

B. Oracle
            Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan database oracle juga meyediakan yang gratisan versi home edition untuk sekedar yang ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. Untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. Oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix, windows, atau yang lainnya.
            Untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. Untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk jadi kalau anda ingin menggunakan oracle anda harus menyediakan space harddisk yang cukup besar. Untuk backup oracle mempunyai extensi sendiri namanya file DMP.

Kelebihan Oracle :
1. Ketika kita mengakses database dan kemudian ada kejadian seperti listrik mati misalnya maka data yang sudah kita simpan tidak rusak/hilang.
2. Database Clusters, dengan menggunakan teknologi Real Application Clusters (RAC). Salah satu fungsi dari RAC adalah memberikan perlindungan terhadap kelangsungan data dalam perusahaan sehingga apabila terjadi crash pada salah satu server database, maka tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan karena teknologi RAC memungkinkan untuk membuat beberapa database server menjadi seolah-olah satu database server, sehingga apabila ada database server yang down, kinerja database server tersebut akan di-take over oleh server-server yang lain.
3. Row-Level Locking, fitur ini dapat melakukan lock tidak hanya pada table-level saha, akan tetapi dimungkinkan untuk melakukan lock lebih jauh lagi sampai pada row-level. Sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam suatu tabel secara bersamaan, lebih cepat dan lebih akurat.
4. Data Partitioning, Oracle memungkinkan kita untuk melakukan partisi ke suatu tabel maupun indeks. Hal ini akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk dalam melakukan manajemen data.
5. Oracle OLAP (Integrated Online Analytical Processing), Oracle memiliki fungsi OLAP (yang sebelumnya hanya dapat kita temui pada OLAP database) yang terintegrasi dengan baik ke dalam relational database, sehingga kita tidak memerlukan database lain selain Oracle itu sendiri.
6. Virtual Private Database, fitur ini memberikan dan meningkatkan fleksibilitas jaminan security sampai pada row-level security. Hal ini akan membuat aplikasi kita menjadi semakin aman sewaktu kita melakukan transaksi melalui Internet.
7. Intelegent Self-Managing, untuk para DBA, fitur ini akan membuat proses database tuning dan database manajemen menjadi lebih mudah.
8. Flashback Query, fitur ini memungkinkan kita untuk melihat status data kita mundur beberapa waktu (flash back) sampai batas yang kita tentukan, sehingga apabila terjadi kesalahaan data pada waktu yang lalu, maka kita dapat melakukan koreksi tanpa harus melakukan database recovery.
9. Oracle Data Mining & Data Warehousing, fitur ini memberikan kemudahan bagi perusahaan yang ingin men-develop aplikasi Business Intellegent yang bertujuan untuk membantu eksekutif perusahaan dalam menentuksan strategi perusahaan berdasarkan analisis data yang di-generate oleh Oracle Data Mining.

Security Database
            Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki system database. Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data.
            Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system database.

Sumber :

  1. http://angung.blogspot.com/2011/06/application-performance-and-database.html
  2. http://aristaviana.blogspot.com/2011/03/resume-database-administrator-120-m5.html#more
Database Performance
Nama                    : L.Efendi
NIM                       : 11.41010.0211
Tugas                    : Pertemuan 6 [ MK Database Administration ]

Apa itu database performance ??
 Adalah Tingkat/ kemampuan ketika DBMS menyediakan informasi.

Ada 5 faktor yang mempengaruhi performance database, yaitu :
1.     Workload
        Perintah yang diarahkan melalui sistem pada waktu tertentu, misalnya seperti transaksi online, analisis data warehouse, dll.
2.     Troughput
         Kemampuan sebuah komputer (hardware/ software) dalam mengolah data.
3.     Resources
          Hardware dan software merupakan resources dari sistem.
4.     Optimization
          Contention (kres/ tabrakan) merupakan kondisi dimana ada dua komponen atau lebih dari workload yang sedang mencoba mengakses satu resource yang sama dengan cara yang bertentangan.
Contohnya : Update ganda untuk bagian data yang sama.
5.     Contention
          Optimization mengacu pada analisa permintaan database dengan query yang mampu menghasilkan jalur akses paling efisien. Ada banyak faktor yang perlu dioptimalkan, misalnya formulasi SQL, parameter database, pemrograman yang efisien, dll.

Optimasi Database
§ Partitioning
§ Denormalization
§ Clustering
§ Free Space
§ Raw Partitioning VS File System
§ Indexing
§ Interleaving Data
§ Compression
§ File Placement & Allocation
§ Page Size
§ Reoganization

Partitioning
         adalah sebuah teknik untuk menempatkan data-data table atau index yang berbentuk page ke dalam partisi-partisi yang terpisah di dalam sebuah atau beberapa filegroup.

Denormalization
        Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database.

Proses denormalisasi termasuk :
    Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan join
    Mereplikasi/menduplikat data pada table

Clustering
         Clustering bermakna menggolongkan data atau membagi satuan data yang besar ke dalam satuan data yang lebih kecil yang memiliki kesamaan.

Free Space
         Free space merupakan ruang kosong pada satu tablespace atau index yang dapat mengurangi frekuensi reorganisasi, mengurangi contention (kres), dan meningkatkan efisiensi proses input data.

Raw Partitionong VS File System
        Merupakan pilihan apakah akan menyimpan data yang ada dalam database ke dalam file OS yang dikontrol atau tidak

Indexing
        Indeks dibangun untuk membuat pernyataan SQL dalam program aplikasi berjalan lebih cepat.

Interleaving Data
        Merupakan bentuk khusus dari clustering.

Compression
         Merupakan teknik pengecilan ukuran data yang akan mengoptimalkan kinerja scan data yang berurutan dan meningkatkan kemungkinan data yang berada dalam cache.

File Placement & Allocation
        Pola akses yang terkait dengan data dalam sistem dan memisahkan file-file yang sering diakses secara bersama-sama.

Page Size
        Merupakan ukuran halaman database yang digunakan

Reorganization
        Memodifikasi data dengan cara meminimalisasi syntax yang digunakan.